Reverse Phone Detective Affiliate Program - The #1 Clickbank Investigation Product!
Powered by MaxBlogPress 


 
 

Negeri Tuyul

 

CEMPLUK WADAH UYAH

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Wong manis, sudah lima tahun Kangmasmu mengembara di ibukota yang pilarnya berujung emas. Dan ini surat pertamaku, dan Kangmasmu mohon berpuluh - puluh ribu Ampun, kumohon kamu jangan dulu membuat kuburan fiktif seperti Mbokdhe Sastro yang membuat tiga gundukan tanah , yang tak ada jasadnya, yang tiap malem Jum’at disebari Mawar!Sabar ya,Nduk,peluklah guling dahulu sebelum Kangmasmu ini pulang….

CEMPLUKKU,

Di pusat negeri ini Kangmasmu berharap-harap cemas, menyusuri tiap sudut belantara kota yang dahulu kumandangkan Proklamasi. Tapi yang ada hanyalah kenyataan yang dedel duwel,  yang madul-madul nggak karuan!

Nyatanya , pejabat negeri ini lebih senang berlomba memesan jas dengan saku ukuran jumbo, seukuran karung goni gabah kita. Kata Mas Togog penjahitnya,memang sekarang baru trend seperti itu.

Ya, sejak reformasi itu semangat nggembol  pun semakin hebat, makin ndadi! Memang pejabat negeri ini sudah jadi raksasa, sehingga gembolannya pun harus guedi - guedi(gede-gede)!

Itulah wong ayu, maka Kangmasmu sering merasa miris, takut tidak bias ngiris lagi karena sudah tidak kebagian jatah.Karena bagian kita sudah buat rebutan kaum priyayi tiban, yang dengan bermodal spanduk bias balik jungkir semaunya.Lalu beli rumah, beli mobil jaguar, beli lipstick satu truk, entah seberapa besar bibir istrinya.

CEMPLUK WADAH UYAH,

Itu saja masih mending, masih berupa benda yang kasat mata yang sebanding dengan beras, minyak, atau banding. Lha wong ” abab” saja mereka sedot. Kemarin, saat coblosan missal, suaraku disedotnya. Ya, oleh Sontoloyo tengik itu!Lantas suaraku disebulkannya pada gambarnya sendiri. Ternyata bukan milikku saja yang disedotnya, tapi juga milik yang lainnya. Jan…, kojur tenan kok hidup di negeri ini!

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH,

Ternyata zaman yang kita harap jadi era pembebasan malah kebablasan, malah mengantar kita sampai ke bibir jurang. Tinggal nyemplung saja, plung, habislah kita! Layaknya kotoran yang kecemplung kali!

Tak tahulah, ini negeri apa dan negeri siapa. Snut - snut kepala Kangmasmu kalau memikirkannya.

Pokoknya sudah lain, Sayangku. Negeri ini sudah lain sekali dengan yang kita khayalkan saat sekolah dulu. Negeri kita yang bak surga melambai - lambai, yang dipuja para pengembara, kini wajah negeri ini sudah ” pating pecotot”.

Ah….,pokoknya sudah lain sekali, beda jauh sekali. Sudah seperti mulut dan pantat, seratus delapan puluh derajat!Sorry lho, ya.maksud Kangmasmu bukan saru, hanya sebagai pembanding saja!

CEMPLUK WADAH UYAHKU,

Pernah Kangmasmu ini, bersama tukang ojek sepeda lainnya, punya usul saat ada pelantikan walikota.kebetulan kami diundang gara - gara si Walkot itu ingin dianggep merayap ( toh, ndak beda jauh antara rakyat dan rayap kan, wong ayu?).

Agar yang disumpah itu ingat terus akan sumpahnya, kami usul, kitab suci yang diangkat di atas kepalanya itu ” dithuthukkan” kepalanya sekeras mungkin , agar benjol. Agar dia sangat terkesan dengan sumpahnya sehingga takut korupsi.

Ah.., usulan goblok! Karena tidak sekali dua kali saja dia disumpah demikian, sehingga kepalanya sudah “Kapalen” Thuthukan atau “jenggungan” palu saja sudah tidak dirasakannya lagi,apalagi buku! Uedan tenan, kok! Kitab suci kok dianggap komik Sinchan!

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAHKU,

Korupsi, menurut mas Mbilung yang mungil, yang calon presiden dari partai ceplukan itu, yang menyatakan dirinya paling bersih, sudah sampai tahap ” diare Akut”.

Di negeri ini untuk korupsi sudah tidak perlu “ngeden” lagi, tak usah pakai tenaga lagi saking gampangnya. So, jangan harap “daun sembukan” bias manjur menghentikannya. Percuma!

CEMPLUKU

WADAH UYAHKU

Kalau korupsi itu balon tentu gampang saja mengatasinya. Tinggal tusuk duri jeruk Bali pasti Mbledhuk, pecah dan selesai!

Tapi korupsi di negeri ini sudah seperti perut buncit. Maaf lho ya, bukan nyindir perut njemblukmu lho, wong ayu. Swear!

WETENG NJEMBLUKKU,

Coba kalau bohongnya Pinokio itu bukan hidungnya,tapi udelnya. Pasti mereka tak akan berbohong, karena bodongnya akan bertambah panjang dan panjang. Harap tahu saja, udel di negeri ini masih dianggap aib untuk dipertontonkan. Kalau hidungnya yang makin panjang, orang kita akan bangga karena dianggap mancung, pranakan bule!

Tapi lain lagi kalau yang makin maju itu “cucakrowo”-nya. Tahu kan kamu ukuran cucakrowo Kangmasmu?(awas kalau lupa lho,ya!) kalau cucakrowonya yang makin mancung maka korupsi makin merajalela, karena mereka akan berbohong terus-menerus agar “anunya” makin panjang dan panjang. Lha, terus bagaimana bisnis Mak Erot kalau dengan korupsi saja sudah bias panjang?iya, kan?!!

ISI BOCAHKU!

Terpujilah koruptor di negeri ini. Mengapa terpuji? Karena dipuji - puji oleh siapapun, termasuk oleh kita. Di mana-mana di sembah-sembah, di subyo-subyo, karena semua orang ingin kecipratan ludah manjurnya untuk taklukan uang. Mau tahu manteranya? Begini:

” Jopa japu jopa japu

Buntut asu abang biru

Duit moro, duit teko!

Cuh!”

CEMPLUKKU SAYANG,

Harus kita akui, bahwa otak bangsamu itu otak duit. Pikirannya hanya duit. Togog, Bagong, Petruk, Gareng, Janaloka, Coropodo, Bajul Buntung, Cecak Kejepit, Kethek Ogleng, Kangmasmu, ( mungkin juga kamu sendiri), sedang tunggu kesempatan kok!

Ya, saatnya ngembat duit itu akan tiba, pasti akan tiba, karena negeri ini juga Negeri gilir!

Yang dapat giliran harus segera “ngisep” putting negerinya, sekuatnya. Semakin kuat dan lama makin baik. Dan itu tak butuh ramuan pasak bumi ataupun Viagra! Yang penting punya mulut untuk ngemut!

Itulah makanya, kalau pas giliran ngisep pasti enggan melepaskan isepannya. Lha wong enak,je!

CEMPLUK WADH UYAH

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Darahmu

Darahku

Adalah darah-darah koruptor

Takdirmu-takdirku memang koruptor

Negeri Ini memang digariskan sebagai negeri Tuyul

CEMPLUKKU

Mungkin kamu menangis mengetahui itu, tapi bias juga malah tertawa cekikikan.

Memang di sekeliling kita banyak tempat beribadah. Tapi, coba lihat dengan kacamata lima dimensi! Itu bukan masjid, bukan gereja, bukan pura, bukan pula kelenteng. Melainkan tumpukan duit panas yang ditumpuk-tumpuk, yang nunggu didoain agar dingin!

WADAH UYAHKU!

Ingatkah kamu pada Begog, teman kita yang suka kentut di kelas? Dia adalah Gentho cilik, yang tidak punya otak brilian, “polo”nya hanya sekepalan bayi semut, itu saja tidak berputar. Dia berdandan necis, pakai jas, pakai dasi, lalu nyolong ayam Bangkok. Tetep saja digebuki sampai klenger. Ya, dia iri sama para maling kelas priyayi tapi tak tahu caranya! Dasar gentho Cilikan!

Juga yu Soblem (yang ditangkap polisi yang sebetulnya korup juga), dia merendam duit hasil ngutil di swalayan dengan Rinso. Ya, malah hancur tak karuan.

Kunci hidup di negeri Tuyul ini memang tetap di otak kok, wong ayu. Sekali lagi otak, utek, atau polo!

Makanya, anak kita jangan diberi makan otak laron, belilah otak sapi, otak kerbau, kalau perlu otak gajah sekalian. Biar dia nanti pintar dan pede kalau jadi koruptor!

CEMPLUK DENOK DEBLONGKU,

Mengapa Kangmasmu berani menyebut-nyebut Negeri Tuyul? Karena negeri ini memang sarat dengan tuyul. Bukan sebatas isu di Koran saja layaknya isu Kolor Ijo, atau malah yang dibalik kolor ijo!

CEMPLUK WONG AYUKU,

Apakah kamu sempat baca Koran? Banyak yang memberitakan tertangkapnya tuyul ibukota. Bahkan, oleh pak Pos koit berita itu dijadikan headline.

Bila di dusun kita tuyul hanya nyolong ratusan rupiah, maka tuyul-tuyul sini lebih rakus lagi, ngembat duit sampai trilyunan rupiah. Kamu tahu satu triliun nolnya berapa? Katanya, angka segitu bias buat mborong kolor sedunia!

CEMPLUKKU,

Ingatkah kamu dengan tuyul yang ditangkap Wak Mul dulu, yang katanya diikat dengan benang lawe? Konon yang ditangkap Wak Mul ada 6 ekor, emangnya tuyul punya buntut ya? Kalau jenis kelaminnya jantan mungkin saja, paling tidak buntutnya nyempil di depan!

Lalu tuyul itu ditahan di toples kaca yang bertutup kain bermantera. Bahkan kat Wak Mul, demi security yang berlapis, maka botol tuyul dimasukkan toples lagi agar tuyul-tuyul itu makin kecil kemungkinannya untuk “minggat”.

Ribuan orang lalu dating ke dusun kita, kerumah Wak Mul untuk nonton TUYUL SHOW. Padahal tak ada yang bias melihatnya. Cen genius banget kok otaknya Wak Mul, yang lalu jadi sugih dadakan. Dan kita semua jadi iri, iya kan?

Bagaimana tuyul di ibukota, yang nyolong duit sekereta api itu? Ya lolos, wong palu Mahkamah Agung memvonisnya bebas. Malahan, dia sudah siap ikut rebutan Kupluk Kraton Tuyul!

WADAH UYAHKU,

Dulu, pernah diselenggarakan seminar tuyul yang diprakarsai oleh seorang dukun yang kini jadi dukun Negara. Setelah seminar berlangsung, para “Penyambung Lidah Tuyul” berencana mempertontonkan tuyul.

Mereka mengajak peserta seminar ke desa Larpa, kecamatan Cuktru, Kabupaten Tenkla. Lho, kok kesana? Konon katanya, kerajaan tuyul negeri ini ada di desa tersebut. Padahal desa itu lebih beken dengan makam Eyang Ronggositowar! Pujangga Kartasusur yang popular dengan ramalan EDAN ZAMANNYA-nya,bukan zaman tuyul-nya.

CEMPLUK NIKMATKU,

Katanya pula, istana tuyul di tengah sawah sebelah barat desa. Tempat pohon dadap yang berusia ratusan tahun yang ada lelehan kemenyan yang menggunung. Namun, acara nonton tuyul batal gara-gara Eyang Kung tidak memberi izin dengan alas an stabilitas, zaman itu stabilitas nasional adalah Dewa Maut!

Ribuan orang yang berbondong-bondong pingin nonton tampang tuyul kecewa habis! Tapi mas Paimin malah sebaliknya, heppi banget karena sudah panen fulus dari titipan kuda lumping!

CEMPLUKKU,

Tentu kamu sangat ingat peristiwa itu, karena saat itulah pertama kali aku “kepencut”awakmu!

CEMPLUK WADAH UYAH

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Tuyul juga kian kondang ketika tv dan bioskop memutar film Casper, itu lho, hantu mungil yang gundul itu! Kata tuyul sudah menjadi konsumsi lidah, terutama untuk mengumpat seseorang, ” dasar tuyul ra’ kathokan!”

OH, CEMPLUKKU

I MISS YOU MUCH!

Konon di blantika pesugihan, mencari kekayaan dengan bersekutu dengan iblis, tuyul malah lebih ngetop disbanding Buto Ijo. Padahal Buto Ijo sudah dipromosikan gencar secara turun-temurun dalam cerita Timun Emas, lho!

Hayo, kita sendiri menamakan tuyul “inthuk”! dan kalau ada tetangga kita yang sedikit kaya lalu “dituyulkan”, dibuat isu orang itu punya tuyul!

Sttt…..bagaimana dengan “inthuk” Kangmasmu yang satu ini, yang suka kruget-kruget bangun sendiri? Seneng kan?

WETENG NJEMBLUKKU,

Konon ceritanya juga, tuyul sudah ada sejak zaman prasejarah. Kalau gitu, korupsi bangsa ini juga sudah sejak zaman batu dong? Pantas saja!

Katanya lagi sih, kata tuyul berasl dari kata takhayul yang berubah menjadi takhyul, dan akhirnya demi enaknya lidah, kata itu berubah menjadi kata tuyul. Iya kan? Hurup saja dikorupsi oleh nenk moyang kita, apalagi duit ?

ISI BOCAHKU,

Sebetulnya tuyul kalah pamor dengan buto ijo atau babi ngepet. Tapi, apa mungkin negeri ini “dibancaki” lagi agar berganti nama jadi Negeri Buto Ijo atau Negeri babi ngepet? Toh, dunia internasional sudah begitu akrab dengan nama Negeri Tuyul daripada yang lainnya.

CEMPLUK WADAH UYAH

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Bahkan Kangmasmu ini juga sedang antri untuk deprogram jadi tuyul.

CEMPLUKKU

WETENG NJEMBLUKKU

Pilih mana, Kangmasmu jadi tuyul kelas Eksekutif, Bisinis, atau Ekonomi? Kalau kelas Ekonomi hanya mampu nilep cepekan atau gopekan saja, tentu kurang elit dan bonafid kan?

Eksekutif saja ya, biar mantap! Biar sekali gondola milyaran rupiah, biar bias bui yang empuk mendut - mendut. Biar sipir bui juga mijiti kaki Kangmasmu, masak hanya mijiti kaki Dulgepuk yang coba lari dari kawalan jaksa!

CEMPLUKKU WETENG NJEMBLUKKU

Kata Mbahmu, tuyul senang main di pasar, maklum hantu masih balita sehingga suka jajan! Tapi itu tuyul kuno, tuyul yang sudah apek! Kini , tuyul mainnya ke kantor Legilatip, kantor Yudikatip, juga nongkrong dibironya Yudikatip! Mentereng kan? Malah juga ngangkangi Kantor Pusat Uhuk, yang disingkat….kupu-kupu, mines satu “u”! Ya, buat ngembat suara batuknya orang! Uhuk….

Kata Mbokdemu, tuyul sangat bodoh dan hobynya hanya main-main saja. Kata Mbokdemu pula, tuyul baru mau nyolong kalau diperintah, jadi tidak punya inisiatif sendiri. Ah, itu kan tuyul prasejarah, temannya Dinosaurus! Tuyul sekarang lain, fintar and smart! Cc-nya saja gede-gede,pasti geberannya juga kenceng!

Kata Bulikmu, tuyul bias diperintah untuk jadi prajurit untuk mencegah terjadinya perang. Itu dulu, sebelum matahari berwarna merah. Tuyul sekarang malah jadi pagar makan tanaman, kalau perlu celana yang nanam ikut digrogotinya!

CEMPLUK WADAH BAYIKU,

Kata Mbah Buyutmu, tuyul memang mahluk gaib. Tapi, segaib-gaibnya ada cara untuk mencegahnya. Dengan meletakan kaca, kelereng, atau merica di dekat tumpukan uang. Boleh juga menaruh kepiting atau anak belut di dalam rumah. Dengan benda - benda seperti itu konon tuyul tidak jadi beraksi nylong duit, karena keasyikan bermain kepiting atau gundu. Itu dulu, ketika orang belum pakai baju! Kini, tali behamu yang mlorotpun tak bias mengalihkan perhatiannya akan uang! Duh-duh,…….

Kata Mbah Buyutku yang winasis di bidang pertuyulan, katanya, tuyul ada di mana-mana. Katanya, di bawah menar Eifel yang kesohor itu juga ada istana tuyul. Namun, orang-orang yang suka bicara sengau itu tudak berminat menjalin kerjasama, sehingga tak mengenal istilah pelihara tuyul. Apalagi membuat negerinya menjadi negeri tuyul!

CEMPLUK WADAH UYAH WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Terpujilah tuyul di negeri ini

Selain kesohor surgapun telah ditebasnya

CEMPLUK WADAH UYAH

WETENG NJEMBLUK ISI BOCAH

Sekian dulu surat Kangmasmu

Selamat bobo’,sayangku\

Peluklah tuyulku maka kupeluk tuyulmu…….

SAYA BISA ANDAPUN BISA

dollar_gratis

 

Anda Ingin Mengetahui Rahasianya?

Cara Cerdas Menjadi Affiliate Produk ClickBank

PANDUAN VIDEO TUTORIAL GRATIS UNTUK ANDA

Dapatkan Video Penting ini Sekarang juga, Saya kirim ke Email anda. Isi Form Dibawah segera hanya 50  pengunjung pertama .

Maaf Saya Benci Email Spam, Hanya bagi Anda yang SERIUS

Name:
Email:
 

INFO KUMPULAN TRIK DAN TIPS

Powered by Optin Form Adder
  • Share/Bookmark
 Date Posted: 12 Apr 2009 @ 01 56 PM
Last Modified: 12 Apr 2009 @ 01 56 PM
Posted By: exxytec
EmailPermalink
 

Responses to this post » (None)

 

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

\/ More Options ...
Change Theme...
  • Users » 17
  • Posts/Pages » 198
  • Comments » 48
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

IT dan Artikel



    No Child Pages.