MAU $1 GRATIS DARI FACEBOOK TEMUKAN TIPSNYA
Powered by MaxBlogPress 


 
 

Karma

 

Pada diskusi kami malam itu, dengan amat damai, maklum kawan pejabat yang satu ini kalau bicara terukur dan nyaman dinikmati berpasti: “Kalau berniat menyakiti seseorang, dan orang itu tersakiti, pada saatnya hal yang sama kan menimpa kita. Selalulah berusaha baik pada siapa saja”. Wow hebat juga kawan kita ini.

Saya tahu persis, dia ahli tenaga dalam. Ibaratnya, manakala menempeleng orang, suatu saat akan dapat bagian. Apalagi, kalau perilaku tersebut tanpa ujung pangkal. Misalnya, mentang-mentang berkuasa atau berkelebihan menggunakan suka-suka.

Sang Wali, tertarik dengan hal sedemikian. “Bahwa dalam kehidupan kita disakiti, terkadang tanpa paham, sebab musababnya, tunggulah karma”. Lebih afdol kita mencontoh Rasulullah, berusaha semaksimal mungkin. Orang yang menjahili dimaafkan. Pemaafkan yang tulus. Saya sulang: “Soalnya, kita kan manusia Om”.

Justru disitu pemaknaannya. Kita punya nafsu, malu, harga diri, katanya menyambar. Persoalannya terletak dari bagaimana kita menggunakan. Nafsu tentu untuk digunakan,  kejahilan tentu sekali-kali akan terkeluar. Tapi, kita berusaha tidak melakukan. Sesekali ketika nafsu amarah tidak mampu dijinakkan, itulah tanda manusia yang harus selalu belajar. Bukankah dalam belajar mengendalikan hawa nafsu ada nilai posititifnya?

Yes. Karena itu, dalam melakukan sesuatu, luruskan niat. Dalam melakukan sesuatu berserah diri, mulailah dengan mengembalikan kepada Allah SWT. Astagfirullah, selalu bacalah tiga kali pertanda kita meminta kepada Allah dan lanjutkan dengan la haula wala quwwat illa billa hil aliyyil ahzim. Kalau pun ada yang kurang tepat, semua kita kembalikan kepadaNya. Kalaupun kita terancam atau diintip mala petaka, kembalikan kepadaNya.

Setidaknya saya semakin mempertebal pemahaman tentang niat dan gerak diri dalam kandungan Allah SWT.  Bagaimanapun, tanpa perlu didiskusikan, yakini penentu segala hal adalah Allah SWT. Menurut Sang Wali, sampai pada tingkat haqqul yaqin.

Ketika tulisan ini ditulis, Mario Teguh di TV berdendang, Allah yang punya segala hal. Apa yang kita punyai titipi belaka. Sebagai peminjam apabila diambilnya, tingalah ‘kita’ sesungguhnya, tidak ada ap-apa. Alangkah bodohnya sebagai peminjam sombong.

Yap. Memulai sesuatu dengan niat tulus, berserah diri, tujuannya dalam menjalankan amanahNya, dan tidak menggunakan untuk hal-hal destruktif, tidak menyakiti sesama makhluk, adalah hal yang harus diperjuangkan dalam kehidupan. Ketika kita melakukan kekejian, energi positif tersedot, ketika melakukan kebaikan, energi negtif terbuang. Hidup demi kemaslahatan dunia menuju kampung sesunggunya. Itulah visi kehidupan Muslim.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Penulis

SAYA BISA ANDAPUN BISA

dollar_gratis

 

Anda Ingin Mengetahui Rahasianya?

Cara Cerdas Menjadi Affiliate Produk ClickBank

PANDUAN VIDEO TUTORIAL GRATIS UNTUK ANDA

Dapatkan Video Penting ini Sekarang juga, Saya kirim ke Email anda. Isi Form Dibawah segera hanya 50  pengunjung pertama .

Maaf Saya Benci Email Spam, Hanya bagi Anda yang SERIUS

Name:
Email:
 

INFO KUMPULAN TRIK DAN TIPS

Powered by Optin Form Adder
  • Share/Bookmark
 Date Posted: 13 Apr 2009 @ 11 12 AM
Last Modified: 13 Apr 2009 @ 11 12 AM
Posted By: exxytec
EmailPermalink
 

Responses to this post » (None)

 

Post a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

\/ More Options ...
Change Theme...
  • Users » 17
  • Posts/Pages » 198
  • Comments » 48
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

IT dan Artikel



    No Child Pages.